Rabo/31 des 2008

Kaget bukan kepalang ketika saya melihat berita di Trans 7 pada pagi hari di hari Ahad tanggal 28 des 2008. Saya terkaget dan hampir tak percaya, bahwa saya baru melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa ternyata saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Kota Gaza sedang menderita bukan kepalang tanggung. Mereka di serang habis-habisan oleh keparat Israel yang berdalih ingin menghancurkan markas para Mujahidin Hamas (Harokah Al Muqowammah Al Islamiyah). Saya kaget tidak berhenti disitu, ternyata sudah sekitar 310 jiwa warga Palestina meninggal. Itu pada tanggal 28 Des. Dan hingga kini, sudah hampir 400 orang telah meninggal serta 1500 ana warga terluka hingga siang hari ini (31 des 2008). Dan yang lebih menghenyakkan lagi, serangan kaum kera zionis Israel tersebut terjadi pada saat Umat Islam dunia memperingati Hari Besar Umat Islam, yaitu Tahun Baru Hijriyah 1430 H. Benar benar miris hati Umat Islam dibuatnya. Tahun baru Islam yang seharusnya semarak dan di meriahkan senandung syahdu gempita kebesaran Illahi, yang seharusnya diisi tawa riang anak-anak mungil yang disertai canda tawa dan senyum bahagia ibu-ibu mereka, yang seharusnya menjadi hari munajat cinta mereka pada Allah yang maha agung, yang seharusnya jauh dari tangis dan hiruk pikuk warga, yang seharusnya terbebas dari rasa takut, suara dentuman bom dan rintihan anak-anak kecil yang kehilangan sanak saudaranya. Namun ……. ??

Israel, sebuah negara kecil berpenghuni 6 juta jiwa telah menjauhkan itu semua. Telah membuat ayah terpisah dari anak istrinya. Telah membuat kesyahduan cinta menjadi dentuman bom, dan mengganti tawa canda riangnya suara anak-anak menjadi suara roket Apache dan suara rintihan tertimpa bangunan.

Kawan, betapa hancur hati ku. Dan seharusnya hati kawan-kawan pun pilu juga dibuatnya. Ini bukanlah suatu perang, ini bukanlah perlawanan terhadap teroris atau sekedar perhitungan dengan Hamas. Akan tetapi ini adalah suatu usaha pemusnahan manusia dari muka bumi yang dilakukan oleh israel. Entah apa yang akan kulakukan apabila sekarang ada orang Yahudi Israel didepanku !!!

Dari berita di TV One pada hari senin, 29 des 2008. Saya pun mengetahui seluk beluk tentang kota Gaza dan kepedulian yang ada. Gaza, merupakan sebuah kawasan yang terletak dikawasan Negara Palestina. Gaza, tidak seperti negara-negara merdeka lain pada umumnya. Gaza tidak seperti Iraq, Afghanistan, atau Libanon yang sama-sama pernah dijajah. Gaza adalah kota yang terisolir, atau lebih tepatnya, sangat mudah di isolir. Gaza dibatasi oleh Negeri terkutuk Israel dan Negeri Kinanah Mesir. Gaza, apabila kita ingin memasukinya kita harus berhadapan dengan pasukan penjaga perbatasan Israel atau Mesir. Dalam kondisi aman saja, untuk masuk ke Gaza membutuhkan waktu 6 bulan untuk sampai ke Kota Gaza ini. ( Berdasarkan pengakuan Mer-C ). Oleh sebab itu, banyak warga Palestina yang menggali terowongan rahasia yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar. Jalur-jalur ini pula yang sering dipakai oleh Mujahidin untuk mendapatkan makanan, minuman, uang bahkan hingga persenjataan dan Mujahidin dari negara lain yang ingin membantu.

Hingga kini berbagai bantuan telah berdatangan. Dari pemerintah Indonesia saja, sebanyak 2 milliar bantuan berupa obat-obatan dan makanan telah disetujui. Belum lagi bantuan dana. Belum lagi bantuan dari masyarakat Indonesia yang dihimpun berbagai lembaga. Seperti bantuan dari Mer-C dan KISPA yang aktif menggalang dukungan bagi Palestina. Bahkan, dalam waktu dekat Mer-C akan memberangkatkan 3 relawan yang memiliki spesifikasi bedah dan operasi yang akan diberangkatkan ke Palestina bila masalah Visa dan perbatasan Palestina dibuka oleh Mesir. Karena, pada tahun 2003 Mer-C juga telah datang ke Palestina dan dengan bermodalkan pengalaman tersebut, maka Mer-C akan kembali berangkat kesana. Selain itu, bantuan dari organisasi lain, seperti dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang hingga kini telah sampai mengumpulkan dana hingga 1 Milliar Rupiah, Hizbut Tahrir Indonesia yang juga terus menggalang dana diharapkan dapat mengurangi sedikit beban para Mujahiddin Palestina. Karena, sesungguhnya merekalah orang-orang yang terpilih, karena terus menerus ditempa cobaan yang Subhanallah, luar biasa berat. Selain itu, bantuan tenaga jihad juga telah banyak bermunculan, FPI (Front Pembela Islam) membuka lowongan pendaftaran Relawan Jihad, selain itu 7000 pemuda Iran juga telah bersiap berangkat uttuk membantu saudara-saudara kita, saudara se Umat dan se tubuh ini.

Saya juga melihat di acara berita tv bahwa ‘Faris Mehdawi’, dubes Palestina untuk Indonesia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang telah banyak berjasa dan membantu rakyat Palestina. Sikap pemerintah RI sudah sangat baik dengan mengutuk tindakan Israel, dan membantu rakyat Palestina dengan berbagai bantuan Namun, seharusnya sikap pemerintah RI bisa lebih tegas lagi dengan cara yang lebih dahsyat lagi. Karena Allah akan membantu siapa saja yang membantu Agama Allah SWT.

Semoga duka Palestina segera berakhir dan Israel segera hancur tenggelam selama-lamanya…amien